Syamsir Alam, Legenda Offroad Indonesia Berpulang Saat Jalankan Tugas Mulia Persiapkan Jalur Terindah Meratus Expedition
2022-05-13 10:21:03

mobilinanews (Balikpapan) - Sebenarnya, H. Syamsir Alam (71 tahun) bin H. Rustam Bahar sudah dinyatakan membaik kondisinya setelah sempat dirawat di RS Siloam Balikpapan, Kalimantan Timur sejak 3 hari lalu karena terjangkit malaria.

"Namun pada Kamis (12/5/2022) hari ini sekira pukul 18.21 WITA, legenda offroad Indonesia Pak Syamsir Alam menghembuskan nafas terakhir di RS Siloam Balikpapan. Innalilahi wa'ina ilaihi rojiun," ungkap Wijaya Kusuma Subroto, temannya sesama offroader kepada mobilinanews.

Menurut Wijaya Kusuma yang merupakan rekan  sesama deklarator IOF (Indonesia Offroad Federation) pada 1999, sebenarnya Pak Syamsir tidak sendirian melakukan survei event offroad adventure dan ekspedisi tahunan Meratus Expedition yang akan menembus Kaltara (Kalimantan Utara) tersebut.

Ada beberapa yang lain, termasuk bang Iyus Bandung dan Erry Rinjani penggiat offroad Kalimantan Selatan.

"Nah, Erry Rinjani dikabarkan juga terjangkit Malaria dan juga dievakuasi ke rumah sakit. Namun alhamdulillah, Erry kondisinya semakin membaik," terang Wijaya Kusuma yang juga seorang pereli senior.

Syamsir Alam sudah mengenal offroad sejak muda. Dalam youtube majalah Jeep tentang Sang Legenda Offroad : Syamsir Alam, disebutkan sudah mengenal offroad tahun 60-an.

"Pertama kali belajar mobil tuh tahun 1961, kemudian belajar mobil sendiri tahun 1965. Dan di tahun itu, pertama kali saya bawa mobil Land Rover Serie 1," ungkap Syamsir Alam.

"Dan sejak kecil saya sudah sering diajak offroad oleh paman saat bawa beras menuju kota," jelas pria kelahiran Bengkulu ini.

Sejak awal, Syamsir Alam sudah mengenal kendaraan 4x4. Maka tidak heran jeep dan mobil 4x4 begitu melekat dan identik dengan beliau.

Syamsir Alam memang lebih dikenal sebagai penggiat offroad ekspedisi, terutama di dekade 90-an hingga 2000-an. Meski juga terkadang kangen dengan offroad racing (kompetisi).

Bersama soulmatenya Yuma Wiranatakusumah, Syamsir sempat dihayer sebuah stasiun televisi nasional membawakan content all about offroad dan berhasil menyita banyak perhatian penggemar offroad.

Dan, beliau memang selalu berinisiatif sebagai persone yang melakukan survei event adventure offroad maupun ekspedisi. Salah satu keahlian almarhum piawai sebagai trouble shooter mobil dalam kondisi stuck di dalam hutan.

"Saya itu sudah biasa sebagai spesialis survei, evakuasi mobil kepater, jadi mekanik sekaligus menjadi pimpinan perlombaan sebuah event offroad," buka Syamsir Alam.

Di mata Wijaya Kusuma, Syamsir Alam merupakan legenda offroad yang seluruh waktunya dicurahkan untuk kegiatan yang identik dengan mobil jeep dan 4x4 itu.

"Kalau saya bilang, seluruh hidup Pak Syamsir didedikasikan untuk dunia offroad dan semua penggiat offroad tahu tentang itu," ungkap Wijaya Kusuma.

Saking passion offroad yang begitu kuat, perusahaan tambang miliknya pun akhirnya diserahkan pengelolaannya kepada keluarga, terutama sang istri yang menjalankan operasionalnya.

Teman-teman dari IOX Adventure Club  menyebutkan Syamsir Alam sakit dan akhirnya wafat saat menjalankan tugas mulia mempersiapkan jalur terindah di akhir hayatnya.

Malam ini pula, IOX Adv Club mengundang segenap sahabat Offroader - Overlander - Campervan dan para simpatisan Pak Syamsir Alam, untuk hadir secara virtual (zoom meeting pukul 21.00) dalam doa bersama untuk mengiring beliau ke Alam Kekal agar mendapat tempat paling mulia di sisi-Nya.

Atas wafatnya Pak Syamsir Alam, event Meratus Expedition yang sedianya digelar mulai Jumat besok ditunda pelaksanaannya. 

"Jenazah almarhum Pak Syamsir akan diterbangkan ke Jakarta secepatnya, dengan pesawat terbang dari Bandara Sepinggan Balikpapan," lanjut Wijaya Kusuma.

Jenazah akan disemayamkan di kediaman Jl. Parkit Raya Blok Y-1 No. 28 Bintaro Jaya, Sektor 2
Tangerang Selatan, untuk dimakamkan Jumat (13/5/2022) esok.

Segenap Redaksi Mobilinanews.com menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya H. Syamsir Alam legenda offroad Indonesia. (bs)