Perjuangan Dimas Ekky di FIM CEV Hingga Promosi ke Moto2
2018-12-05 07:27:17

mobilinanews (Jakarta) - Para pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) sukses menyelesaikan seluruh rangkaian balap FIM CEV International Championship musim 2018. Dimas Ekky di kelas CEV Moto2 European Championship mengunci posisi ke-5.

Di seri penutup, Valencia, Dimas sebenarnya masih berpeluang mengunci peringkat ke-4 atau bahkan tiga besar. Namun harus merelakan seri terakhir karena harus melakoni tes resmi pramusim Grand Prix Moto2 bersama IDEMITSU Honda Team Asia.

”Saya berterima kasih kepada semua orang di tim yang sudah bekerja keras dan mendukung saya sepanjang musim, Astra Honda yang selalu yakin dengan saya, dan juga kepada semua sponsor. Saya sangat tidak sabar beradaptasi dengan babak baru di Moto2 World Championship dan mempersembahkan kebanggaan yang lebih tinggi lagi untuk Indonesia," ucap Dimas.

Sementara itu, Gerry Salim yang berstatus sebagai rookie atau pendatang baru di Moto3 Junior World Championship, menutup musim perdananya di Moto3 Junior World Championship dengan raihan 1 poin pada seri Albacete. Pada balapan terakhirnya di Valencia, Gerry finish di urutan ke-20 pada balapan pertama, lalu terjatuh pada balapan kedua.

Perjuangan Gerry pada seri terakhir ini patut diapresiasi. Pada balapan pertama, Gerry memperbaiki posisi saat lap pertama, yakni enam posisi dari tempat startnya di grid ke-29. Selama sisa balapan, dia berusaha mempertahankan kecepatan dan akhirnya finis di urutan ke-20. Sedankan di race 2, Gerry mengalami highside di tikungan 4 dan tidak bisa melanjutkan balapan.

"Banyak pelajaran berharga yang saya peroleh pada tahun pertama di FIM CEV dan ini menjadi bekal kuat saya untuk menjadi pebalap yang lebih tangguh lagi untuk Indonesia," kata Gerry.

GM Marketing Planning and Analysis AHM, A. Indraputra, mengatakan penampilan dan performa para pebalap binaan AHM di semua ajang akan menjadi evaluasi untuk pembinaan yang paling tepat dan sesuai bagi pebalap di tahun depan. Mulai dari balapan tingkat lokal, regional Asia, hingga kejuaraan di Eropa seperti FIM CEV International Championship.

"Kami akan terus menjaga konsistensi menyiapkan pebalap binaan untuk menggapai mimpi tertinggi, yakni tampil di ajang kelas dunia. Cita-cita kami tentu mempunyai pebalap yang mewakili Indonesia di ajang tertinggi sebagai kebanggaan untuk negeri," tutup Indra. (adr)