Penyebab Ribut Kelas Bebek 4-tak Tune up 130 cc di Drag Bike Pertamina Banjar Patroman
2017-05-17 03:43:56

www.motorplus-online.com | Pertamax Drag Bike 201M Championship 2017 di sirkuit Depan Terminal Bus Banjar Patroman, Jawa Barat, kemarin (13/5-14/5) tersisa ribut di kelas Bebek 4-tak Tune up 130 cc.

Penyebab ribut di kelas Bebek 4-tak Tune up 130 cc munculnya ketika salah satu motor dari tim Rannal't Jogja kedapatan mengganti rangka tengah di motor Yamaha Jupiter Z tunggangan Hendra Kecil.

Hal itu lantas di tegur oleh Anas Riswanto, yang menjadi pimpinan lomba Pertamax Drag Bike 201M Championship 2017 Banjar Patroman.

"Dalam aturannya tidak boleh. Ganti rangka di kelas itu sesuai dengan regulasinya. Makanya, kita sempat minta keterangan dari mekanik mengenai rangka itu," ujar pria berkumis lebat ini.

Adanya teguran seperti itu, tentunya ada alasan khusus bagi Krisna Adi dalam merubah rangka.

"Saya awalnya sudah meminta penjelasan ke orang IMI Jateng mengenai rangka ini. Menurutnya tidak ada masalah. Toh ketika di balapan seri Kejurnas saja kita lolos dari scrut kok. Tapi kenapa di balapan club event malah jadi perdebatan. Kalo ada kejelasan regulasinya, seperti apa poin yang tercantum di aturan buku kuning," kata Krisna.

Dari keterangan tersebut, setidaknya ada acuan mengenai aturan regulasi di balapan drag bike yang tertera di buku kuning.

Sehingga peraturannya itu dapat diterapkan di semua gelaran balap trek lurus, dengan tidak membedakan titel balapannya. Baik itu di seri kejurnas, kejurda dan club event.

"Untuk kesimpulannya kali ini, kita upayakan ambil jalan tengah. Dikarenakan balapan sudah memasuki seri dua dan tinggal menyisakan dua putaran lagi, maka kita perbolehkan untuk tetap lanjut di gelaran club event ini. Namun untuk balapan Kejurnas, mungkin sudah tidak bisa lagi ikut serta jika masih memakai rangka tersebut," kata Okie Junianto & Wiwit Arief, Juri Lomba Pertamax Drag Bike 201M Championship 2017. 

Sumber : www.motorplus-online.com