Pegokart Daffa AB Sabet Juara 1 Balap Simulator HM Engineering F1 Australia 1998
2021-01-11 09:20:33

mobilinanews (Jakarta) - Daffa Ardiansa, atau lebih dikenal dengan Daffa AB makin menancapkan kukunya dan menjelma sebagai "The New Baby Alien" di ajang Sim Racing.

Pada balap HM Engineering F1 1998 di sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia, Sabtu (9/1/2021) tadi malam Daffa AB dengan mobil Scuderia Ferrari Marlboro menyabet juara 1 setelah menyelesaikan 62 putaran di sirkuit sepanjang 5,303 km tersebut.

Di event yang digelar HM Engineering ini, pelajar kelas 8 Al-Wildan Islamic School International 4 Lebak Bulus Jakarta Selatan ini semakin menunjukkan sebagai pembalap mumpuni dan memiliki confident yang tinggi.

Start dari posisi ke-3, Daffa tidak begitu terganggu dengan masuknya Safety Car (SC) hingga 3 kali menyusul terjadi insiden kecelakaan di antara 26 starter.

Pada saat SC tersebut, pembalap Tomarev yang menempati posisi pole terkena hukuman penalti dan harus masuk pit stop.

Ketika start kembali dilepas menyusul masuknya SC ke pit lane, posisi Daffa sempat disalip Raditya Hendarmo. Namun lagi-lagi SC masuk lintasan karena adanya insiden crash pembalap di kelompok tengah.

Selang beberapa saat kemudian balapan dilanjutkan, Daffa tampil makin agresif. Di sisi lain, Raditya Hendarmo terkena hukuman penalti drive thru.

Hasil perlombaan HM Engineering F1 Australia 1998

Dan, pada lap 10, adik kandung pembalap nasional Rio SB ini berhasil mengovertake Fadhli Rachmat dari sisi dalam dengan berani dan penuh perhitungan, untuk mengambil alih posisi terdepan.

Dalam sisa 52 lap balapan, Daffa AB semakin jauh meninggalkan lawan-lawannya dan kemudian berhasil menembus finish line yang pertama.

Sementara pembalap urutan di belakangnya terjadi beberapa kali pergeseran, yang akhirnya menempatkan Nawval Achmad (Prost Peugeot) dan Adhie Sathya (Red Bull Sauber Petronas) sebagai juara 2 dan 3.

Kerasnya balapan bisa dilihat dari data, total 26 pembalap hanya 10 yang berhasil menembus garis finish untuk melahap 62 lap. Selebihnya, DNF (Do Not Finish).

"Ini balapan pertama yang diikuti Daffa dengan durasi panjang (90 menit lebih) dan finish kesatu. Ini memperlihatkan konsistensi yang sangat baik dan mampu meminimalkan kesalahan," ujar Harris Muhammad, bos HM Engineering tim yang Daffa AB.

Menurut Harris, balapan ini membutuhkan konsentrasi sangat tinggi, apalagi circuit Albert Park (Melbourne) relatif sangat tricky. 

"Ini event pembuka, buat cari animo sim racer balapan F1. Meski dadakan, diumumkan baru Jumat kemarin ternyata yang tertarik banyak," ungkap Harris.

Daffa AB, pegokart berprestasi dan sim racer papan atas Indonesia

"Saya rasa ini balapan  F1 yang paling hardcore yang pernah ada di Indonesia. Jumlah lapnya pun mengadopsi aslinya, seperti F1 Australia tahun 1998 dulu," terang Harris. 

Sejatinya, Daffa AB adalah pegokart profesional. Ia menjadi juara umum kelas Mini Rok tahun 2019 dan meraih tiket ke Rok Cup Final International 2020 di kelas Junior Rok.

Lalu, ke depan Daffa akan diarahkan ke mana untuk menggeluti dunia balap?

"Saya akan tetap mengarahkan Daffa mengikuti balapan gokart dan juga sim racing. Hanya saja, frekuensi sim racing lebih dominan karena Daffa sangat menyenangi dan berbakat sekali," ungkap Irjen Pol (P) Anang Boedihardjo, ayahanda Daffa.

Selain itu, lanjut Anang, biaya yang diperlukan untuk Sim Racing tidak terlalu mahal.

Untuk latihan gokart menurut Anang akan tetap di-maintenance, dan Daffa bisa ikut balap setiap tahunnya meski pun mungkin tidak full series.

"Kecuali mendapat sponsor, Daffa akan saya ikutkan full series," pungkas Anang. 

Congrats for Daffa AB. (wan)