Pegang Kemudi sejak SMA hingga Bawa Bayi di Atas Lintasan
2017-11-14 05:28:08

PROKAL.CO, Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Pepatah ini menggambarkan kisah Cokorda Ratih Kusuma Widianingsih dan putrinya I Gusti Ayu Agung Virna Pryanka. Sama-sama berkarier sebagai atlet time rally.

ULIL MUAWANAH

JAUH sebelum dikenal sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunung Malang, Balikpapan, dr Cokorda Ratih adalah atlet time rally. Hobi itu dimulai pada 1988. Saat berseragam putih abu-abu di SMA 1 Denpasar, Bali. Perempuan yang selalu tampil dengan rambut pendek ini mengaku cukup aktif mengikuti berbagai event. Tidak hanya di dalam kota, tapi juga di luar Kaltim.

Sempat rehat pada 2015, dirinya kembali ke arena setahun kemudian. Tak kuasa menahan rindu adalah penyebabnya. Terlebih suasana kekeluargaan yang membuat dia merasa betah dan diterima. Kenangan pun mengarah saat dia menyabet juara umum Kejurprov Time Rally 2016. ”Ada sensasi tersendiri ketika saya berada di balik setir. Diharuskan memecahkan peta yang diberikan panitia dan sebisa mungkin menghindari poin hukuman. Tidak mudah, tapi juga tidak sulit bila terbiasa,” ujar perempuan 49 tahun tersebut.

Kini, hobi dan kecintaan pada time rally menular ke putri bungsunya, I Gusti Ayu Agung Virna Pryanka. Virna, begitu dia memanggil putrinya itu, saat ini duduk di bangku kelas XII SMA 1 Balikpapan. ”Malah dari bayi Virna sudah saya bawa ke arena. Dia juga anak yang begitu penasaran dan bisa melakukannya dengan mudah. Jadi time rally bukanlah dunia baru bagi Virna,” ucapnya.

Hobi tersebut, ucap dia, didukung sang suami, Ir I Gusti Lanang Ngurah Dauh Wiweka. Namun demikian, Cokorda menuturkan, Virna tetap harus mendapat izin sebelum ikut berlaga dalam event time rally. ”Memang untuk atlet atau peserta time rally yang di bawah usia 17 tahun dan belum memiliki SIM A harus bikin surat pernyataan izin dari orangtua masing-masing,” ucap Ratih yang terpilih sebagai Ketua Korwil Ikatan Motor Indonesia (IMI) Balikpapan pada 17 Oktober lalu.

Dulu, Virna terbiasa duduk di belakang ataupun di samping Ratih ketika mengikuti time rally. Lambat laun, Virna kian tertarik bahkan mengajukan diri ikut serta. Bermula dari situ, putrinya itu sering ikut ke arena dan mulai berlaga. Virna masih ingat, bagaimana kali pertama mengikuti time rally pada April lalu. Meski antusias, dirinya tampak tegang dan tubuh bermandikan keringat.

Beberapa kali Virna kehilangan fokus selama berkendara. Tetapi, Ratih yang duduk di samping Virna selalu memberikan dukungan. ”Mama selalu bilang tenang. Santai. Tapi saya malah tambah was-was, takut mengecewakan,” tutur Virna yang juga menyandang predikat Duta Wisata Balikpapan ini. Menjadi satu-satunya atlet rally perempuan termuda di Balikpapan, Virna mendapatkan banyak pengalaman dan ilmu dari para pencinta rally di Balikpapan, terlebih para senior dan orangtuanya.

Sepanjang tahun ini, Virna telah mengantongi juara dan runner-up Kejurprov dan Kejurnas Time Rally 2017. Meski kini dirinya tengah dihadapkan pilihan untuk mengejar kejuaraan yang akan diselenggarakan di Jogjakarta, gadis remaja berkacamata itu memilih mengedepankan pendidikannya. Sebab dia bertekad menjadi dokter.

”Rencana mau berangkat ke Jogjakarta, tapi ujian nasional April 2018 nanti membuat saya harus belajar dengan serius, mungkin setelah kuliah bakal lanjut lagi. Toh saya tidak berniat buat berhenti sekarang juga,” kata perempuan yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Udayana Bali.

Ratih mengatakan, saat ini Balikpapan memiliki 10 orang atlet perempuan time rallydengan 43 klub. Tiap tahun, semakin banyak orang tertarik dengan time rally. Hanya saja regenerasi masih kurang. Terbukti baru Virna seorang yang usianya masih belasan tahun sedangkan atlet lain telah berusia di atas 30 tahun. ”Pembinaan terus kami lakukan, dengan mengadakan berbagai event kami berniat semakin banyak masyarakat yang tertarik dengan time rally, sehingga kaderisasi bisa terus dilakukan,” pungkas Ratih diamini Virna. (riz/k18)

Sumber : PROKAL.CO