Modifikasi Kawasaki KLX 2009 Dan Honda Tiger 2005 Bandung : Ini Tunggangan Panitera Muda Perdata Susilo
2018-10-11 07:14:26

Otocorner.com – Dalam melakukan offroad trail adventure, kenyamanan merupakan hal yang sangat penting dalam menunjang kegiatannya. Pasalnya, offroad trail adventure bisa membuat kita duduk diatas motor selama berjam jam saat didalam hutan ataupun di gunung.

            Hal itulah yang mendasari Susilo Nandang Bagio S.H, M.H ini memodifikasi tunggangannya. Menurut pria yang Berprofesi sebagai Panitera Muda Perdata Pengadilan Negeri Bandung, langkah modifikasi ini dilakukan agar makin nyaman kala beradventure. Yuk kita simak satu persatu.

Kawasaki KLX 150 2009

            Ubahan yang dilakukan pada motor trail nya ini cukup banyak. Seperti kaki kaki yang diubah menggunakan limbah motor trail built up. Tentunya langkah ini dilakukan demi faktor kenyamanan dan sudah memperhitungkan faktor keamanannya.

            Seperti sok depan yang diubah menggunakan limbah Kawasaki KX85. Pemasangannya satu paket bersama dengan piranti pengeremannya. Limbah KX85 ini didapatinya dalam kondisi 95 persen masih mulus dan satu paket bersama dengan master dan juga keliper serta piringan cakramnya.

            Untuk peleknya, ayah dari 3 putri dan 1 putra ini mengandalkan produk DID berwarna hitam. Sedangkan ban dipercayakan pada Dunlop Geomax berdiameter 21. Agar handling makin maksimal, stang pun turut di ubah menggunakan produk renthal yang lebih lebar dari stang standarnya.

            Kaki kaki belakang pun juga turut di ubah. Lengan ayun asli dipensiunkan. Digantikan dengan lengan ayun limbah Kawasaki KX85. Satu set berikut dengan piranti peredam kejutnya. Hasilnya, ayunan sok belakang lebih stabil kala menghajar jalan bergelombang maupun makadam.

            Agar lebih maksimal, piranti pengereman juga diubah menggunakan limbah Kawasaki KX85. Pelek turut di ubah menggunakan produk DID berdiameter 18 dan ban juga turut menggunakan Dunlop Geomax diameter 18.

Honda Tiger 2005

            Ubahan yang dilakukan pada motor Honda Tiger langsiran 2005 miliknya ini tergolong lebih ekstrim. Motor Tiger hanya disisakan mesin dan nomor rangka saja. Rangka asli di ubah menggunakan rangka dan bodi yamaha DT langsiran 1980. Jadinya tampilan bodi motor Honda Tiger noceng ini jadi terlihat klasik.

            Kaki kaki pun turut menyesuaikan. Sok depan menggunakan peredam kejut milik Kawasaki KLX 150. Pemasangan sok ini sepaket berikut dengan piranti pengeremannya. Jadi motor pastinya lebih pakem saat melewati jalur berlumpur.

             Dibagian belakang, lengan ayun tetap mempertahankan milik Yamaha DT langsiran 1980. Hanya saja bagian belakang disambung lagi sepanjang 5cm agar ban berdiameter 18 inci bisa masuk dengan sempurna.

            Untuk peredam kejut, Susilo yang punya moto ‘Semprul’ alias Sempurna dan Ulet ini mempercayakan pada produk Ohlins. Pastinya redaman jalan makadam bisa diterima dengan baik oleh sok seharga 8 juta rupiah ini.

            “Untuk motor Tiger berbodi yamaha DT ini lebih saya peergunakan untuk fun adventure. Sayang juga bodinya udah cantik begini, kalo dipake hard enduro bisa lecet sana sini” tutup Susilo yang tergabung dalam komunitas Trail Matadewa Kota Bandung. (OC1)