Ini Alasan KONI Kabupaten Bandung Mendegradasi Pengurusnya
2017-08-25 04:31:48

KETUA Komisi Olah Raga Nasional (KONI) Kabupaten Bandung, Herda M. Ghani, menegaskan pendegradasian pengurus koni yang berjumlah 15 orang, merupakan langkah KONI Kabupaten dalam mengefisiensikan anggaran.

"Jadi evaluasi itu untuk menyiasati anggaran yang minim. Dari hasil evaluasi tersebut, kita juga melakukan efisiensi yang mana dana tersebut kita subsidikan kepada Cabang Olahraga (Cabor) berprestasi di Pekan Olahraga Bekasi tahun 2014(red)," ungkap Herda saat dijumpai galamedianews.com di GOR KONI Kabupaten Bandung, Kamis (24/8/2017)

Menurutnya, langkah KONI Kabupaten dalam mendegradasi beberapa pengurusnya, dilakukan sejak Januari tahun 2017.

"Betul kita ada evaluasi kinerja pengurus, program ini betul adanya. Tetapi itu dilakukan tahun 2017. Pertanyaannya, kenapa baru muncul sekarang?" katanya.

Lebihlanjut ia menuturkan, dari hasil efisiensi tersebut kini Dana Operasional Pembinaan (DOP), setiap Cabor yang berada di bawah KONI Kabupaten Bandung  dapat meningkat. 

"Dampak positif dari itu kita bisa menaikan  DOP cabor yang berprestasi di Porda Bekasi. Kemudian kita bisa memberikan intensif kepada Atlet yang bersumber dari efisiensi tersebut. Sehingga jika effisiensi tersebut tidak dilakukan itu belum tentu bisa," katanya. 

Ghani mengaku, dari ke 15 nama daftar yang didegradasi, tidak mempermasalahkan keputusan tersebut. Pasalnya jalur yang ditempuh sudah sesuai jalur dan tidak keluar dari koridor. 

"Saya pegang daftar nama yang degradasi, mayoritas dari Cabor. Mereka memahami hal tersebut dan dampaknya terasa oleh mereka dengan DOP yang ikut meningkat di cabornya," ujarnya. 

Sementara Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Bandung, Zamalludin, mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut. 

"Kebaikan DOP untuk pembinaan membawa manfaat untuk kami, sehingga untuk Porda sekarang kita lebih leluasa," ungkap Zamal sapaan akrabnya. 

Editor: Dadang Setiawan
Sumber : galamedianews.com