IMI Lakukan Improvisasi Regulasi Lewat Workshop
2018-03-14 03:59:35

Akhir pekan lalu, di Jakarta, Ikatan Motor Indonesia (IMI) selaku induk organisasi olahraga otomotif Tanah Air, kembali sukses menggelar workshop bertajuk “Standing and Growing Together”. Dalam workshop yang merupakan edisi ke-5 sejak 2016 silam ini, IMI berencana untuk melakukan improvisasi terkait regulasi-regulasi yang diterapkan pada suatu kejuaraan otomotif.

Menurut M. Riyanto selaku perwakilan IMI Pusat yang menjadi pembicara dalam workshop ini, IMI merupakan pilar utama yang mengemban tugas untuk menegakkan regulasi terkait suatu perlombaan. Namun seiring perubahan zaman, diperlukan pembaruan-pembaruan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dari penyelenggaraan kejuaraan. “IMI selalu melakukan transformasi pengetahuan, bukan hanya sekadar organisasi yang berada tetap di suatu masa,” ungkap Riyanto.

Ia menambahkan, Regulasi yang diterapkan IMI sifatnya tidak linear, namun juga lateral dan bersifat menjangkau hal-hal yang baru. Kita pasti memerlukan evaluasi jika suatu penyelenggaraan event telah selesai. Hal itulah yang kemudian menjadi kebutuhan kita dalam melakukan improvisasi terhadap kualitas suatu event.

Sementara itu, dalam workshop yang dihadiri oleh 14 promotor balap yang tersebar luas dari Pengurus Provinsi IMI se-Indonesia tersebut, Tjahyadi Gunawan selaku promotor senior turut membagikan beberapa tips kepada para peserta.

Gunawan, sebaiknya, sebagai event organizer tidak melenceng dari buku peraturan yang sudah ditetapkan oleh IMI. Asal kita menyelenggarakan event sesuai dengan regulasi yang sudah ditetapkan IMI, segala bentuk protes atau pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dapat teratasi dengan baik.

“Karena perlu diingat, promotor memerlukan kejujuran dan integritas guna menjadikan suatu kejuaraan memiliki kualitas yang tinggi. Tak hanya itu, apabila kita tidak mengacu pada peraturan, maka akan ada skors yang dijatuhkan oleh IMI sehingga akan merugikan pihak penyelenggara yang bersangkutan,” pungkas Gunawan.