Berhasil Jadi Juara Umum di Ajang Sumatera Series, Ini Kata Manager Tim IOR CB Techno
2017-07-12 03:35:21

URI.co.id, PEKANBARU – Tim IOR CB Techno berhasil menjadi pemuncak dalam gelaran 7 Berlian Drag Race Sumatera Open di Sirkuit Stadion Naga Sakti Kota Pekanbaru pada Minggu (9/7/2017).

Walaupun duduk sebagai pemuncak, ternyata hal tersebut tak membuat puas manager tim IOR CB Techno Yudha Aru mengatakan, dunia balapan roda dua di Pekanbaru dan Riau masih miskin perhatian dari pemerintah.

“Senang sebagai juara itu pasti. Tapi, puas sebagai pembalap itu belum,” kata Yudha.

Ia menjelaskan, pembalap di Riau masih belum mendapatkan perhatian dari pemerintah. Pasalnya, wahana berlatih para pembalap tersebut masih belum tersedia.

Yudha memaparkan, wahana berlatih balapan seperti sirkuit maupun lokasi yang diperbolehkan untuk mengasah kemampuan di Pekanbaru maupun Riau pada umumnya belum ada.

“Bayangkan, untuk berlatih dengan motor yang sudah susah payah di sett mesinnya, kita harus mencobanya di jalan umum. Itu pun, baru bisa dilakukan lewat tengah malam sampai pagi,” ungkapnya.

“Hal ini, tentunya sangat beresiko bagi kami para pembalap. Sebab, kami berlatih di jalan umum. Dimana pengendara lain juga lewat disana, dan parahnya lagi, kadang-kadang lampu jalan ikut dimatikan untuk mencegah kami berlatih,” tambah Yudha.

Ia menilai, akibat menggunakan jalan umum sebagai arena latihan, para pembalap lokal Pekanbaru maupun di daerah lain di Riau selalu dicap sebagai pegiat pembalap jalanan.

Padahal, tim tempat mereka berdinamika sendiri sudah berdiri secara resmi sejak lama dan terdaftar serta diakui oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pengda Provinsi Riau.

Yudha berharap, dengan segenap prestasi yang dibawa dapat menjadi perhatian bagi pemerintah untuk lebih peduli terhadap dunia otomotif, khususnya balapan di Riau.

“Seandainya pemerintah baik Kota maupun Provinsi mau mengusahakan sirkuit yang layak untuk kami latihan, tentu para pembalap di Riau juga akan berpacu untuk membawa nama baik Riau lebih baik lagi kedepan,” ‎pungkas Yudha Aru. (uri/adri/ekatompessy/BL)

Sumber : pekanbaru.uri.co.id