Apresiasi Tertinggi Bagi Para Pembalap Indonesia yang Berlaga di Asia Cross Country Rally 2017 di Thailand
2017-09-08 04:33:56

thegaspol.com | Asia Cross Country Rally (AXRC) 2017 telah usai diselenggarakan di Thailand 13-19 Agustus 2017. Reli lintas negara-negara Asia merupakan kompetisi internasional resmi dibawah FIM dan FIA yang merupakan federasi balap otomotif internasional untuk mobil dan motor.

Empat partisipan asal Indonesia berkompetisi dengan dua buah sepeda motor dan satu buah mobil dalam Furukawa Battery Indonesia Team. Di kelas motor, Indonesia menurunkan dua pembalap Kadex Ramayadi dan Rudy Poa yang menunggangi Husqvarna 250 cc, sementara di kelas mobil, Lody Natasha dan Memen Harianto turun menggunakan sebuah double cabin Isuzu D-Max.

Kompetisi AXRC 2017 menuai hasil yang maksimal bagi tim Indonesia. Di kelas mobil, Lody dan Memen berhasil menempati Juara Umum 2 Team. Sedangkan di kelas motor, Kadex menempati peringkat 5 umum dan Rudy berada di peringkat 9.

Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang ditorehkan putra dan putri bangsa ini, Management Furukawa Battery Indonesia sebagai sponsor utama tim balap Indonesia menggelar penyerahan award, Rabu (6/0( di Jakarta untuk berbagai pihak yang telah mendukung perjalanan tim Indonesia hingga garis finish. Diantaranya para pendukung Furukawa Battery Indonesia Team, seperti Pikoli Oil, JNE, Rudy Project dan Prive yang juga memiliki andil atas prestasi tim balap Indonesia di AXRC 2017.

Rudy Poa, Team Leader Furukawa Battery Indonesia Team menyebutkan, dukungan para sponsorship tentunya sangat berpengaruh pada kesiapan kami berlaga d AXRC 2017. Dengan segala dukungan yang ada dari para sponsor, tim dan juga media, kami dapat membuahkan hasil terbaik yang dapat diraih di AXRC 2017.

Sementara Memen Harianto, yang juga dikenal sebagai pembalap off-road racing menambahkan, mobil yang kami gunakan di AXRC 2017 tidak sepenuhnya maksimal untuk berkompetisi. Selama awal balapan kami didera masalah teknis yang berganti-ganti, mulai dari masalah transmisi, knalpot patah, hingga masalah tenperatur mesin yang memaksa kami harus pasrah dilewati pembalap lain.

“Namun kami tidak menyerah, upaya perbaikan terus dilakukan hingga terpaksa harus mengkanibal komponen yang ada di Isuzu D Max supporting car kami. Akhirnya setelah mobil kembali maksimal, kami dapat merebut kembali posisi yang terambil di beberapa leg sebelumnya,” jelas Memen.

Perjuangan ini patut diacungi jempol. Keberhasilan ini juga dapat diperoleh berkat dukungan Ikatan Motor Indonesia (IMI ) dan Indonesia Off-road Federation (IOF) yang merekomendasikan keempat pembalap dan tim ke federasi internasional motorsport.

Sumber :